Tampilkan postingan dengan label Sejarah Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Musik. Tampilkan semua postingan

Pengertian Musik Punk Rock

0 komentar

Punk rock

Punk Rock adalah salah satu cabang genre dari musik Rock, musik punk rock ini muncul pada era 1970'an dengan munculnya band seperti The Clash, Sex Pistols.

Kelompok punk sering meniru struktur musik sederhana seperti musik garage rock dari tahun 1960-an. Biasanya mereka terdiri dari satu drum kit, satu atau dua electric guitar, satu electric bass, dan vocals. Drums biasanya hanya memiliki satu snare drum, satu tom, satu floor tom, satu bass drum, hi-hats, satu atau dua crash cymbal dan satu ride cymbal.

Pada awal tahun 1990, musik punk rock dikenalkan kembali oleh Nirvana, walau pada akhirnya, mayoritas media menyebut Nirvana dengan istilah grunge atau rock alternatif. Kesuksesan album Nevermind dari Nirvana, diakui sebagai "pembuka jalan" kepada musik punk rock untuk dikenal oleh dunia luas, sampai saat ini.

Pada tahun 2007, perusahaan sepatu punk rock dari Inggris, Doc Martens, membuat iklan promosi yang menggunakan foto-foto ikon yang telah berjasa mengenalkan musik punk rock, yaitu Joey Ramone (Ramones), Sid Vicious (Sex Pistols), Joe Strummer (The Clash), dan Kurt Cobain (Nirvana).

Tak ada yang tahu pasti kapan dan di mana munculnya budaya punk pertama kali. Tapi ada sebuah catatan penting ketika sebuah grup band dari Inggris yang dalam tiap pertunjukannya selalu dihadiri anak-anak muda dengan dandanan berbeda dari yang lain. Nama band itu adalah Sex Pistols dan hit mereka yang terkenal adalah “Anarchy in U.K.” Wabah ini secara cepat menyebar ke Eropa. Punk muncul sebagai bentuk reaksi masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota-kota Inggris, terutama kelompok anak muda, terhadap kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan kaum muda ini merasa bahwa sistem monarkilah yang menindas mereka. Dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistem monarki. Kemarahan-kemarahan ini diwujudkan dalam bentuk musik yang berisi lirik-lirik perlawanan dan protes sosial politik serta cara berpakaian yang tidak lazim. Konser-konser musik digelar sebagai media untuk mengampanyekan ide-ide mereka. Dari Rock n’ roll ke Punk Punk sebetulnya memiliki dasar sikap yang sama dengan musik rock n’ roll, aliran musik yang lahir pada tahun 1955. Dulu, rock n’ roll itu menjadi musik milik generasi muda yang ingin memberontak terhadap kemapanan, sehingga dijauhi dan tidak disukai para orang tua. Tapi saat rock mulai kehilangan gereget dan dianggap monoton, mulailah ada kasak-kusuk untuk menciptakan jenis musik baru yang ekstrem sebagai reaksi melawan kejenuhan tadi. Dari keresahan itulah aliran punk lahir.

Tidak seperti aliran musik lainnya, punk lebih mengutamakan pelampiasan energi dan curhat ketimbang aspek teknis bermain musik. Para pencinta punkberprinsip bahwa tidak perlu jago bermain musik, yang penting penampilan oke dan yang namanya unek-unek harus bisa dikeluarkan. Dan memang, buktinya, almarhum Sid Vicious dari Sex Pistols tidak jago bermain bass. Meski demikian, orang-orang tidak memandangnya dengan remeh dia. Malah justru Sid banyak digandrungi para pencinta punk.

Pada tahun 1964, terjadi serbuan besar-besaran grup asal Inggris ke Amerika. Dan yang menjadi “biang keladinya” adalah The Beatles. Melihat trend baru itu, remaja Amerika pun sadar bahwa sebuah grup sanggup mengerjakan semuanya sendiri. Maka di berbagai pelosok Amerika, anak-anak sekolah pun mulai membentuk band dan latihan di garasi rumah mereka sendiri. Karena mereka baru belajar, musiknya pun tidak yang susah-susah. Mereka cenderung belajar dari grup-grup yang alirannya simple tapi nge-rock, macam Rolling Stones, The Whom atau Yardbirs, yang musiknya lebih menitikberatkan padariff dan power, bukan struktur lagu yang njelimet.

Maka ketika mereka pada gilirannya mulai menulis lagu sendiri, musik mereka sangat bersemangat dan relatif "kencang" sehingga menggugah semangat para pendengarnya. Sesuai dengan tempat kelahirannya, orang memberi julukan untuk warna musik ini: Garage Rock. Grup-grup yang lahir contohnya The Standells, The Seeds, The Music Machine, The Leaves, dan lain-lain. Dan dari sini lahirlah sound yang selanjutnya berkembang jadi punk rock. Dari Iggy hingga Ramones Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.


Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Memasuki dekade 70-an, punk mulai menemukan bentuknya seperti yang kita kenal sekarang. Ciri pemberontakannya makin kentara, dan segala rupa aksi panggung yang ugal-ugalan pun mulai muncul. Dari generasi pelopor punk ini ada dua nama yang boleh disebut paling menonjol yaitu MC 5 dan Iggy and The Stooges.

Iggy adalah salah satu dari segelintir pentolan punk yang kiprahnya masih berlanjut sampai dasawarsa 90-an. Dan seiring dengan lahirnya generasi barupunk rock, namanya pun makin diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik rock pada umumnya, dan punk pada khususnya.

Tahun 1975 lahirlah beberapa grup musik baru seperti Blondie yang ngepop, Talkin Heads yang avant garde, The Voidoids yang berkutat dengan gitar, dan The Dead Boys yang nyeleneh. Dan ada The Ramones. Ramones punya citra seperti tokoh kartun. Empat anak jalanan asal Queens yang tampil gahar dengan jaket kulit dan jeans belel, seperti geng. Gerombolan ini memancang mitos bahwa mereka satu keluarga. Pada tanggal 4 Juli 1976,


Ramones mengadakan konser perdananya di Inggris. Entah itu tanggal keramat atau apa, konser mereka meninggalkan bekas yang dalam diri kaum muda Inggris yang menyaksikannya. Konser itu disaksikan oleh para pentolan grup yang belakangan memotori kebangkitan punk di Inggris, yaitu Sex Pistols, The Damned, dan The Clash. Dari Sex Pistols hingga Green Day Sex Pistols dan The Clash memasukkan aspek baru dalam perkembanganpunk, yaitu protes sosial dan politik. Kedua grup ini menjadi penyambung lidah kaum muda Inggris yang frustrasi. Mulailah mereka menyuarakan protes terhadap segala ketidakadilan yang mereka lihat sehari-hari. Cuma saja pendekatan mereka berbeda, sesuai dengan latar belakang kehidupan masing-masing.

Pada tahun 1980-an, di saat era punk di Inggris datang dan pergi, di berbagai penjuru dunia mulai muncul berbagai macam band beraliran punk dan belakangan menjadi legenda setempat. Di Irlandia, misalnya, ada grup The Understones. Di Australia ada The Saints. Dan di Selandia Baru ada The Clean.

Di Amerika gelombang terbaru pemusik punk AS bukan berasal dari New York, melainkan dari California. Generasi ini mendapat pengaruh yang sama besar dari The Ramones dan Sex Pistols. Tapi agak lain dengan kedua mentornya itu, mereka sangat serius menghayati prinsip-prinsip dasar punk. Bagi merekapunk bukan sekadar aliran musik, melainkan juga identitas, gaya hidup, bahkan juga gaya hidup bahkan prinsip.

Di selatan LA, tepatnya di Hermosa Beach, sebuah kelompok punk metal baru bernama Black Flag bela-belain menyewa gereja sebagai tempat latihan mereka. Tempat ini selanjutnya menjadi pusat kegiatan pencinta punksetempat. Grup-grup yang lahir di sana The Circle Jerk, Social Distortion, dan Suicidal Tendencies, dan lain-lain. Mereka lebih berhaluan keras. Penampilannya lebih brutal dan liriknya lebih radikal.

Sementara di San Francisco aliran punk lebih berpolitik. Di sana muncul nama-nama macam The Avengers, The Dils, dan yang paling dominan The Dead Kennedys. Grup yang terakhir disebut tadi melancarkan protes keras terhadap berbagai hal, mulai dari kebijaksanaan pemerintah sampai fasisme. Musik mereka berada di perbatasan antara punk yang melodius dan hardcore murni.

New York juga melahirkan grup-grup yang belakangan memperkaya khazanah musiknya dengan unsur lain, seperti Beasty Boys dan Sonic Youth. Dan ada juga The Misfits, yang mengungsi dari New Jersey.


Pada akhir tahun 1980-an benih kebangkitan generasi kedua mulai ditanam di LA. Dulu, awal dasawarsa ini, di San Fernando pernah berdiri sebuah grup bandbernama Bad Religion. Bad Religion memiliki personelnya yang rata-rata sangat intelek. Saking inteleknya, lagu mereka sering memakai kata-kata yang membuat orang Amerika harus membuka kamus. Bad Religion merupakan band yang memelopori berdirinya generasi baru grup-grup punk California. Sebut saja macam Dag Nasty, Pennywise, NOFX, dan belakangan tentu saja Rancid, Offspring, serta Green Day. Punk dan Gaya Hidup Punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seniavant-garde, yaitu dandanan nyeleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para performer berkualitas rendah, dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan harus disertai dengan hebohnya pemikiran.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal. Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatuboots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, antikemapanan, antisosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker, punk juga sebuah keyakinan anak-anak muda yang mempunyai landasan pemikiran DIY (Do it Yourself). Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama. Punk dan Anarkisme Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-bandpunk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka.

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk. Dari tahun ke tahun, musik punk terus mengalami perubahan bentuk. Yang tidak berubah adalah semangat pemberontakannya.
[read more..]

Pengertian Musik rock

0 komentar

Musik rock

Musik Rock
Sumber aliran Rock and roll
Blues
Country
Sumber kebudayaan Awal tahun 1960-an di Britania Raya dan Amerika Serikat
Alat musik yang biasa digunakan Gitar elektrik, Gitar bas, Drum, Kibor
Popularitas arus utama Tinggi
Bentuk turunan Alternative rock - Heavy metal - Punk rock
Subgenre
Art rock - Christian rock - Classic rock - Desert rock - Detroit rock - Emo - Experimental rock - Garage rock - Girl group - Glam rock - Group Sounds - Grunge - Hard rock - Heartland rock - Instrumental rock -Indie rock - Jam band - Jangle pop - Krautrock - Power pop - Protopunk - Psychedelia - Pub rock (Australia) - Pub rock (BR) - Soft rock - Southern rock - Surf - Symphonic rock
Genre campuran (fusion)
Rap rock - Aboriginal rock - Afro-rock - Anatolian rock - Blues-rock - Boogaloo - Country rock - Flamenco-rock - Folk rock - Indo-rock - Punk rock - Jazz fusion - Madchester - Merseybeat - Rock progresif - Punta rock - Raga rock - Raï rock - Rock opera - Rockabilly - Rockoson - Samba-rock - Space rock - Stoner rock


Musik rock atau musik cadas adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun '50-an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun '40 dan '50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rock juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Bunyi khas dari musik rock sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan kibor seperti organ, piano atau sejak '70-an, synthesizer. Di samping gitar atau kibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rock "mempunyai tiga chords, backbeat yang konsisten dan mencolok dan melodi yang menarik".
Pada akhir tahun '60-an dan awal '70-an, musik rock berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di Amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun '70-an, rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin. Juga pada tahun '70-an, rock berkembang menjadi berbagai subgenre (subkategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Subkategori rock yang mencuat di tahun '80-an termasuk New Wave, hardcore punk, dan alternative rock. Pada tahun '90-an terdapat grunge, Britpop, indie rock dan nu metal.
Sebuah kelompok pemusik yang mengkhususkan diri memainkan musik rock dijuluki rock band atau rock group (grup musik rock). Rock group banyak yang terdiri dari pemain gitar, penyanyi utama (lead singer), pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum), membentuk sebuah quartet. Beberapa group menanggalkan satu atau dua posisi di atas dan/atau menggunakan pennyanyi utama sebagai pemain alat musik di samping menyanyi, membentuk duo atau trio. Grup lainnya memiliki pemusik tambahan seperti dua rhythm gitar dan atau seorang keyboardist (pemain kibor). Agak lebih jarang, penggunaan alat musik bersenar seperti biola, cello, atau alat tiup seperti saksofon, trompet, atau trombon.

Evolusi musik rock

Tahun 1950-an - awal 1960-an

  • Rock and roll
  • Classic rock
  • Progressive rock

Tahun 1970-an

  • Psychedelic rock
  • Hard rock
  • Punk Rock
  • Heavy metal
  • Hardcore punk

Tahun 1980-an

  • Alternative rock
  • Glam metal
  • Speed metal
  • Avant-garde metal

Extreme metal/Underground metal

  • Thrash metal
  • Death metal
  • Black metal
  • Grindcore
  • Gothic metal
  • Doom metal
  • Industrial metal

Tahun 1990-an

  • Grunge
  • Britpop
  • Indie rock

Ragam hibrid

  • Rap rock
  • Pop punk
  • Post-grunge
  • Nu metal

Tahun 2000-an

  • Emo
[read more..]

Pengertian Musik Emo / Budaya Emo

1 komentar


Emo
Sumber aliran hardcore punk, indie rock
Sumber kebudayaan Pertengahan 1980-an di Washington, D.C.
Alat musik yang biasa digunakan vokal, gitar listrik, gitar bass, drum
Popularitas arus utama awal 2000-an–sekarang
Subgenre
Screamo
Versi-versi regional
Washington, D.C. · Amerika Serikat Tengah Barat and Amerika Serikat Tengah · New Jersey dan Long Island
Emo (pengucapan: /ˈiːmoʊ/, singkatan untuk emotional music) adalah gaya musik rock dengan ciri khas musik yang melodius, disertai lirik yang ekspresif dan berisi pengakuan. Pada pertengahan 1980-an terdapat subbudaya hardcore punk di Washington, D.C.. Musik mereka disebut emotional hardcore atau emocore, perintisnya adalah Rites of Spring dan Embrace. Punk gaya baru yang dipelopori Rites of Spring juga disebut emotive hardcore. Sejalan dengan ditirunya gaya bermusik ini oleh grup-grup punk kontemporer Amerika, terjadi pergeseran dan perubahan bunyi musik dan arti, tercampur dengan pop punk dan indie rock, dan berpuncak pada awal tahun 1990-an dengan musik oleh Jawbreaker dan Sunny Day Real Estate. Pada pertengahan 1990-an grup-grup musik emo mulai bermunculan dari Amerika Serikat Tengah Barat dan Amerika Serikat Tengah, dan sejumlah label independen mulai menjadi spesialis emo. Emo mulai populer sebagai genre musik pada awal 2000-an mengikuti kesuksesan Jimmy Eat World dan Dashboard Confessional yang laris rekamannya hingga mendapat piringan platina, dan munculnya subgenre baru dari emo berupa screamo yang lebih agresif. Istilah emo dipakai oleh kritikus musik dan wartawan untuk menyebut musik yang dibawakan berbagai artis, termasuk Fall Out Boy dan My Chemical Romance, serta grup-grup yang unik seperti Coheed and Cambria dan Panic at the Disco.
Selain mengacu kepada musik, emo secara umum sering dipakai untuk menggambarkan hubungan khusus antara penggemar dan artis, dan menjelaskan unsur-unsur yang terkait seperti busana, budaya, dan tingkah laku.

Sejarah

Tahun 1980-an: asal usul

Emo muncul dari genre hardcore punk pada awal 1980-an di Washington, D.C. sebagai reaksi meningkatnya kekerasan di komunitas hardcore punk dan rasa ketidaksenangan terhadap Ian MacKaye dari Minor Threat yang mengubah fokus musiknya dari komunitas menjadi kepentingan politik individual. Penggemar Minor Threat bernama Guy Picciotto mendirikan Rites of Spring pada tahun 1984 karena berkeinginan melepaskan diri dari batasan-batasan hardcore yang mengekang, dan menggantinya dengan gitar yang melodius, ritme yang bervariasi, dan lirik yang sangat penuh luapan emosi pribadi. Sebagian dari lirik lagu-lagu Rites of Spring telah menjadi metafora bagi pemusik emo dari generasi berikutnya, termasuk di antaranya tema-tema seperti nostalgia, kepahitan yang romantis, dan putus asa yang puitis. Konser-konser Rites of Spring menjadi arena luapan emosi publik, para penonton sering kali menangis tersedu-sedu. Ian MacKaye berubah menjadi penggemar berat Rites of Spring, membantu rekaman satu-satunya album Rites of Spring, dan bekerja sebagai roadie dalam konser keliling. MacKaye lalu mendirikan band sendiri bernama Embrace yang mengeksplorasi tema-tema serupa mengenai pencarian diri dan pelepasan emosi.Grup-grup musik serupa bermunculan setelah adanya Revolusi Musim Panas 1985 di kalangan hardcore punk Washington, D.C.. Gray Matter, Beefeater, Fire Party, Dag Nasty, Lunchmeat, dan Kingface adalah beberapa grup musik yang berperan penting waktu itu.
Asal usul dari istilah emo tidaklah begitu pasti, namun paling tidak sudah dikenal sejak tahun 1985. Menurut Andy Greenwald penulis buku Nothing Feels Good: Punk Rock, Teenagers, and Emo, "Asal usul istilah emo diselubungi misteri [...] tapi pertama kali muncul sebagai kebiasaan umum pada 1985. Kalau Minor Threat dianggap hardcore, maka Rites of Spring dengan fokus yang berbeda, bisa disebut emotional hardcore atau emocore. Michael Azerrad pengarang Our Band Could Be Your Life juga melacak asal usul kata emo: "Gaya bermusik seperti itu segera disebut 'emo-core', istilah yang dibenci oleh semua orang yang terlibat di dalamnya, walaupun istilah dan pendekatan itu berkembang paling sedikit lima belas tahun kemudian, dan melahirkan band-band yang tidak terhitung jumlahnya." MacKaye juga mengenang kembali tahun 1985, dan mengingat ada sebuah artikel di majalah Thrasher yang menyebut Embrace dan grup-grup musik lain di Washington, D.C. sebagai "emo-core". Ketika itu, ia menganggapnya "istilah paling bodoh yang pernah aku dengar seumur hidupku." Teori lain mengatakan istilah emo berasal dari penonton konser Embrace. Mereka meneriakkan kata "emocore" yang dimaksudkan sebagai ejekan bagi Embrace. Penggemar emo mengklaim bahwa MacKaye yang menciptakan istilah emo untuk mengejek dirinya sendiri di majalah, atau istilah tersebut berasal dari ciptaan Rites of Spring. Walapun demikian, Oxford English Dictionary mencatat bahwa istilah emo-core pertama kali digunakan tahun 1992, sementara istilah emo mulai dikenal pada tahun 1993. Kata emo pertama kali muncul di media cetak pada tahun 1995 di majalah New Musical Express.
Perusahaan rekaman spesialis emocore dengan segera bermunculan di sekitar kalangan punk Washington, D.C., dan identik dengan grup-grup musik yang bernaung di bawah label Dischord Records milik MacKaye. Walaupun sebagian besar dari grup-grup tersebut enggan disebut band emo, mereka menerimanya dengan terpaksa. Veteran punk Jenny Toomey mengenang "Orang yang menggunakan [istilah emo] hanyalah orang-orang yang cemburu terhadap begitu besar dan fanatiknya penggemar pada waktu itu. [Rites of Spring] sudah ada sebelum istilah emo tercipta, dan mereka membencinya. Namun terjadilah keanehan, seperti ketika orang-orang mulai menyebut musik mereka 'grunge', Anda juga mulai ikut-ikutan memakai istilah itu, walaupun mulanya Anda membencinya."
Kegemilangan emo di Washington, D.C. hanya bertahan beberapa tahun. Pada 1986, sebagian besar band-band utama, termasuk Rites of Spring, Embrace, Gray Matter, dan Beefeater sudah membubarkan diri. Walaupun demikian, ide dan estetika yang berasal dari mereka dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika Serikat lewat majalah penggemar (zine), rekaman piringan hitam, dan kabar burung. Menurut Greenwald, kalangan emo di Washington, D.C. meletakkan fondasi bagi inkarnasi grup-grup emo generasi berikutnya:
Apa yang terjadi di Washington, D.C. pada pertengahan delapan puluhan, pergeseran kemarahan menjadi aksi, dari kemarahan terpendam menjadi ketidakpastian internal, dari massa yang terindividualisasikan menjadi massa yang individual, semuanya dalam beberapa hal merupakan studi kasus bagi transformasi dunia punk nasional untuk dua dekade berikutnya. Penggambaran ide dan situasi, kekuatan musik, dan cara orang bereaksi terhadaobtam dab cara band-band menjadi jenuh dan bukan memudar, semuanya berawal dari beberapa pertunjukan pertama Rites of Spring. Fondasi emo telah diletakkan, namun secara tidak sengaja, oleh lima puluh orang atau lebih di ibu kota negara. Dan dalam beberapa hal, emo tidak akan pernah sebaik dulu dan pastinya tidak akan pernah murni lagi. Pastinya, dunia emo di Washington menerima emocore secara konsensus sebagai suatu genre.
Di kemudian hari, MacKaye dan Piccioto, bersama Brendan Canty (pemain drum Rites of Spring) membentuk Fugazi. Walaupun anggotanya terkait dengan dunia emo, Fugazi umumnya tidak diakui sebagai grup musik emo.
[read more..]

Pengertian Punk / Budaya Punk

0 komentar

Punk


Sekelompok pemuda Punk
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir pada awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme

Lihat juga Anarko-punk
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam pada tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.
CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi's, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Anarko-punk


Simbol anarkisme
Simbol anarkisme
Anarko-punk adalah bagian dari gerakan punk yang dilakukan baik oleh kelompok, band, maupun individu-individu yang secara khusus menyebarkan ide-ide Anarkisme. Dengan kata lain, Anarko-punk adalah sebuah sub-budaya yang menggabungkan musik punk dan gerakan politik Anarkisme. Tidak semua punk diiidentikkan dengan anarkisme. Namun, anarkisme memiliki peran yang signifikan dalam punk. Begitu juga sebaliknya, punk memberikan pengaruh yang besar pada wajah dunia anarkisme kontemporer.
Beberapa band punk penting yang cukup popular dan dianggap sebagai pelopor dari gerakan anarko-punk antara lain Crass, Conflict, dan Subhumans. Sedangkan di indonesia beberapa band anarko-punk yang cukup populer antara lain Marjinal, Bunga Hitam, dan lain sebagainya.
Beberapa isu politik yang banyak diangkat oleh anarko-punk antara lain dukungannya terhadap gerakan anti perang, hak hidup satwa, feminisme, isu lingkungan, kebersamaan, anti kapitalisme, dan beberapa kasus-kasus yang juga banyak diangkat oleh para anarkis pada umumnya.
[read more..]

Pengertian Musik Groove Metal

2 komentar
Groove Metal adalah subgenre dari Heavy Metal. Genre yang satu ini sering di kaitkan dengan Pantera dan Exhorder. Pada intinya, Groove Metal mengambil kehebatan dan kualitas super dari Thrash Metal dan memainkannya dalam tempo yang sedang, namun beberapa band juga ikut terjun sesekali ke tempo yang lebih cepat.
Album Cowboys From Hell-nya Pantera disebut sebut sebagai pencetus dan tunas pertamanya Groove Metal. Seorang penulis buku berjudul “Sound Of The Beast: The Complete Headbanging History Of Heavy Metal” Ian Christe memberikan pujian kepada album Chaos A. D. nya Sepultura dan Pantera sebagai band yang menciptakan Death Metal yang di kemudian hari menjadi inspirasi bagi lahirnya genre Groove Metal pada tahun 1990-an. Band-band yang beraliran Groove Metal biassanya menggabungkan Thrash Metal, Hardcore Punk dan Industrial Musik ke dalam permainan mereka. Gitaris sekaligus Vokalis band Prong, Tommy Victor mengatakan bahwa sikap dan tingkah laku orang-orang yang bergenre Groove Metal datang dari atau bercermin kepada sikap dan tingkah laku nya anak-anak Bad Brains yang aslinya merupakan pioneer dari genre Hardcore Punk.
Sebagai salah satu genre dalam dunia Metal, Groove Metal banyak juga di usung oleh band-band besar seperti Sepultura dan Pantera, namun ada juga yang lari dari Groove Metal atau tidak mau di kategorikan sebagai band yang beraliran Groove Metal. Seperti band veteran Thrash Metal Annihilator yang cabut dari Road Runner Records agar terhindar dari Groove Metal yang pada saat itu sedang gencar-gencar nya di promosikan oleh label rekaman ini.
Di bawah ini ada daftar band-band yang ber-genre Groove Metal:
1. Anthrax
2. Black Label Society
3. Byzantine
4. Cavalera Conspiracy
5. Channel Zero
6. Chimaira
7. Clutch
8. Corrosion Of Conformity
9. Devil Driver
10. Ektomorf
11. Fear Factory
12. Fireball Ministry
13. Helmet
14. Hellyeah
15. Hemlock
16. High On Fire
17. Lamb Of God
18. Korn
19. Machine Head
20. Mastodon
21. Mudvayne
22. Pantera
23. P. O. D.
24. Powerman 5000
25. Prong
26. Sepultura
27. Sevendust
28. Skinlab
29. Soilent Green
30. Soulfly
31. The Sword
32. Thraet Signal
33. Throwdown
34. Trivium
Semoga tulisan ini bisa membantu sobat sekalian yang ingin tau tentang genre Metal yang ada.
[read more..]

Pengertian Musik Thrash metal

0 komentar

Thrash metal

Thrash metal
Sumber aliran NWOBHM, Speed metal, Hardcore punk
Sumber kebudayaan Awal 1980-an, Amerika
Alat musik yang biasa digunakan Gitar listrik – Gitar bass – Drums – Vokal
Popularitas arus utama Underground muncul bertahap diawal 1980-an dan terkenal sampai pada puncak level mendekati musik mainstream diakhir 1980-an dan di awal 1990-an, lalu ditolak bertahap sampai benar-benar berhasil di akhir 1990-an melalui jalur underground.
Dibangkitkan kembali di pertengahan tahun 2000-an.
Bentuk turunan Death metal
Black metal
Groove metal
Genre campuran (fusion)
Crossover thrash
Metalcore
Thrash metal (kadang-kadang disingkat menjadi thrash), adalah sebuah extreme metal subgenre dari heavy metal yang berciri memiliki tempo yang cepat dan agresiv. Lagu-lagu thrash metal biasanya menggunakan stem gitar nada rendah dan perkusi yang cepat. Lirik-lirik thrash metal sering mengangkat tema masalah-masalah sosial menggunakan bahasa yang kasar dan mendalam, sebuah pendekatan yang sebagian mirip dengan genre hardcore. Band "Empat Besar" atau "Big Four" thrash metal adalah Anthrax, Megadeth, Metallica, dan Slayer, yang secara bersama-sama dan memopulerkan genre ini pada awal tahun 1980-an. Ada pula yang mengatakan bukan lagi "Empat Besar" tetapi menjadi "Lima Besar" Megadeth, Slayer, Exodus, Pantera, and Metallica. Di Eropa style ini dibawa oleh tiga band asal Jerman, yaitu Kreator, Sodom, dan Destruction. Test ament dan Exodus dari San Fransisco, Overkill dari New Jersey dan Sepultura dari Brazil.
Asal muasal thrash metal secara umum dijejaki pada akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, ketika beberapa band mulai menggabungkan sound dari New Wave of British Heavy Metal, menciptakan sebuah genre baru dan mengembangkan kedalam gerakan yang terpisah sendiri dari punk rock and hardcore. Genre ini lebih agresiv dibandingkan speed metal. Sering kali dicampurkan dari kategori metal yang satu dengan metal yang lain, dan juga beberapa band ada yang menggabungkan pengaruh musikal dari genre non-metal.
Thrash metal (kadang-kadang disingkat menjadi thrash), adalah sebuah extreme metal subgenre dari heavy metal yang berciri memiliki tempo yang cepat dan agresiv. Lagu-lagu thrash metal biasanya menggunakan stem gitar nada rendah dan perkusi yang cepat. Lirik-lirik thrash metal sering mengangkat tema masalah-masalah sosial menggunakan bahasa yang kasar dan mendalam, sebuah pendekatan yang sebagian mirip dengan genre hardcore. Band "Empat Besar" atau "Big Four" thrash metal adalah Anthrax, Megadeth, Metallica, dan Slayer, yang secara bersama-sama dan memopulerkan genre ini pada awal tahun 1980-an. Ada pula yang mengatakan bukan lagi "Empat Besar" tetapi menjadi "Lima Besar" Megadeth, Slayer, Exodus, Pantera, and Metallica. Di Eropa style ini dibawa oleh tiga band asal Jerman, yaitu Kreator, Sodom, dan Destruction. Testament dan Exodus dari San Fransisco, Overkill dari New Jersey dan Sepultura dari Brazil.
Asal muasal thrash metal secara umum dijejaki pada akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, ketika beberapa band mulai menggabungkan sound dari New Wave of British Heavy Metal, menciptakan sebuah genre baru dan mengembangkan kedalam gerakan yang terpisah sendiri dari punk rock and hardcore. Genre ini lebih agresiv dibandingkan speed metal. Sering kali dicampurkan dari kategori metal yang satu dengan metal yang lain, dan juga beberapa band ada yang menggabungkan pengaruh musikal dari genre non-metal.
[read more..]

Pengertian Musik Balck Metal

0 komentar
Black Metal
Sumber aliran Thrash Metal, Heavy Metal
Sumber kebudayaan Eropa, dari Skandinavia
pertengahan 1980an
Alat musik yang biasa digunakan Gitar - Bas gitar - Drum Kibor
Popularitas arus utama Underground
Subgenre
NSBM, Symphonic black metal, Viking Metal,
Genre campuran (fusion)
Blackened death metal, Folk metal, Melodic black metal


Black metal diawali oleh band Venom pada tahun 1982 lewat album berjudul Black Metal, lalu diikuti oleh band-band seperti Bathory, Mayhem, Mercyfull Fate, Hellhammer/Celtic Frost. semua band ini dipengaruhi Venom. Band Black metal masih cenderung bermain Thrash metal. Pada awal 80an sampai 90an, Black metal sangat berkembang di daerah Skandinavia oleh band di atas tadi. Jenis musik metal ini juga termasuk jenis metal underground. Black metal mempunyai Sub-genre bernama NSBM, Black metal Neo-Nazi, dua komunitas tersebut termasuk yang berpengaruh di komunitas Underground.
Band yang terkenal dari jenis musik ini adalah Dimmu Borgir, Cradle of Filth, Dark Funeral, Emperor dan Immortal.

Karakter Black Metal

Berikut ini gaya dan ciri-ciri permainan band-band Black Metal:

Gitar

  • Cepat, di dalam Rhytm gitar yang cepat, terselip melodi gitar yang samar-samar dan lama-lama berubah menjadi Alternate picking dan tremolo pick
  • Distorsi yang banyak memainkan Power chord.
  • Seteman gitar sama persis seperti Death metal. Di Drop D atau Drop C atau lebih rendah lagi.

Drum

  • Double bass drum sangat tipis jika dimainkan, sangat bertenaga, kadang bersama-sama dengan pukulan Snare Drum dengan gaya meledak-ledak (hentakan keras). Kadang kita hanya akan mendengarkan bass drum yang berbunyi sedetik.
  • Kadang, drum juga bisa bermain sangat lambat, Tergantung suasana musik.
  • Bahkan ada kalanya band-band seperti Burzum atau Xasthur sering tidak menggunakan drum dibeberapa lagu.
  • Beberapa band menggunakan drum mesin untuk performa lebih baik.

Lirik, Vokal

  • Lirik dinyanyikan dengan vibra di tenggorokan . Bernuansa kikir, setan yang mengingatkan kepada penyiksaan, dan ini sudah menjadi standar band-band Black Metal.
  • Ada yang dinyanyikan bersatu seperti simponi. Lalu band-band Black metal menamakanya Symphonic Black Metal
  • Banyak juga yang sering dinyanyikan laki-laki dan perempuan seperti lagu-lagu simponi Gregorian.
  • Sering ada efek di vokalnya dan membuat suara seperti Atmospher.
  • Lirik sering mengambil kata-kata yang berbau setan, penyembahan berhala, dewa-dewa kuno, tema gaib yang mengutuk agama Kristen (Anti Kristus).
  • Lirik bertema perang, udara dingin, kegelapan, hutan, dan lingkungan alami di eropa.
  • meminum darah segar membuat suara menjadi lebih serak atau hanya sebagai atribut aliran musik tersebut.

Keyboard

  • Biasanya setingan keyboard, biola, choir, dan organ menyerupai setelan musik gereja supaya meniru suara Kathedral dan orkestra yang terasa sejuk, dingin, samar dan menyedihkan.

Performa

  • Tidak suka bermain live dan lebih cenderung bermain gaya. Beberapa band Black Metal seperti Darkthrone menolak untuk bermain live. Banyak juga solo Black Metal seperti Clandestine Blaze, Burzum, Leviathan dan Xasthur juga menolak bermain live karena mereka terdiri dari 1 anggota. Tetapi satu band seperti Satanic Warmaster, bermain bersama musisi ekstra secara khas demi/untuk maksud kinerja live.
Jumlah band dengan seorang line-up penuh, seperti Borknagar, Immortal, Emperor, Cradle Of Filth, Gorgoroth,Hellgods,Impish,Unseen Darkness, Neurotic of Gods, Nosferatu, Kasedan Jati, Ritual Orchestra, Bandoso, Impiety dan Dark Funeral memainkan konser langsung.
  • Rata-rata band ingin terlihat tampil se-mengerikan mungkin.
  • Kebanyakan band mengecat muka mereka menyerupai mayat (Corpse Paint), dan ini telah menjadi standar musik Black Metal.

Gelombang Pertama

Bibit Black Metal ditanam diawal 80'an yang dikenal sebagai "Gelombang Pertama", ilham paling awal diawali oleh band-band dari Inggris. Lewat band dari britania raya, Venom lewat album debutnya 'Welcome to Hell. Setelah perpecahan dari NWOBHM Metal lebih cenderung mengalami masa dimana band-band lebih mementingkan masa depan gaya dari pada suara/sound.
Gaya pakaian/busana seragam bisa juga mirip yang dipunyai band-band Black Metal; Pantalon kulit, spiked aksesori pergelangan, dll. Personil band juga bisa memakai nama-nama samaran seperti yang dipakai oleh band tersebut: Venom, Mayhem, Graveland, Godkiller, dll.
[read more..]

Pengertian Musik Metalcore

0 komentar

Pengertian Metalcore

Metalcore adalah perkembangan dan perpaduan genre dari Heavy Metal dan Death Metal, jadi metalcore sangat berbeda dengan post hardcore/screamo, metalcore lebih didominasi vocal growl daripada scream, sedangkan pada post hardcore lebih didominasi scream, metalcore tidak memiliki breakdown seperti pada post hardcore tetapi metalcore memiliki teknik slamming contohnya AS I LAY DYING, di band itu slammingnya sangat terasa. Deathcore juga sangat mirip dengan metalcore karena Deathcore sendiri adalah subgenre dari metalcore. Tapi untuk membedakannya sangat mudah karena Deathcore lirik lagunya berisi tentang kematian/pemberontakan
Berikut adalah beberapa band yang sangat mirip dengan metalcore tetapi bukan metalcore:
1.       Bleed Form Within
Band ini tidak bisa dikatakan metalcore karena tidak ada slamming pada lagu-lagunya. Aliran band ini adalah Deathcore. Band ini sangat mirip dengan Bring Me The Horizon.
2.       Chelsea Grin
Sama seperti Bleed From Within Band ini adalah Deathcore. Band ini sangat didominasi Vocal Scream.
3.       Avenged Sevenfold
Hanya lagu Turn The Other Way yang memang sangat mirip dengan metalcore tapi tidak ada slamming dilagu tersebut. Band ini pun masih dipertanyakan genre aslinya. Afterlife,Gunslinger dan lainnya jelas tidak masuk genre metal manapun entah itu Heavy Metal, Death Metal, Grindcore dan lainnya. Band ini lebih mirip Rock daripada metal.
4.       Hopes Die Last
Aliran Band ini juga Deathcore karena terlalu didominasi scream.
Berikut Definisi genre-genre metal sesuai pengetahuan saya:
-          Metalcore : Miss May I, As I Lay Dying, August Burns Red, As Blood Runs Black, The Black Dahlia Murder, Suicide Silence. dll
-          Post Hardcore/Screamo: Asking Alexandria, Attack! Attack, Escape The Fate, Eyes Set To Kill, Black Veil Brides, Alesana, Blessthefall. Dll
-          Deathcore: Bleed From Within, Chelsea Grin, Hopes Die Last, Bring Me The Horizon, Despised Icon, dll
-          Death Metal: Children Of Bodom, Dying Fetus, Lamb Of God, Sapultura, dll
-          Heavy Metal: Metallica, Anthrax, Megadeth, Dream Theatre, Iron Maiden, dll
-          Black Metal/Gothick : Cradle Of Filth, Marduk, Mayhem, Immortal, Emperor, Dimmu Borgir, Dark Funeral, dll
-          White Metal: The Roots Of Madinah, Porgatory, Aftermath, dll
-          Epic/Electro : Sleeping With Sirens, Pierce The Veil, dll
-          Emotive Hardcore : Saetia, Circle Take The Square, dll
-          Grindcore/Brutal Death: Misery Index, Death Vertical, Tengkorak, dll

Hanya itu saja yang saya tahu maaf jika ada kesalahan. Jika kamu memang metalhead kamu pasti bisa membedakan Metalcore dan Post Hardcore. \m/……
Catatan:
Buat kamu para metalhead atau yang memang sudah masternya di musik cadas, janganlah menghina musik lain seperti pop/melayu atau yang lainnya. Karena mungkin diantara kamu pasti dulu juga pernah suka dengan musik tersebut (walaupun sekarang tidak lagi), Ga mungkin baru lahir langsung metal. So, Hormatilah perbedaan. Apalagi kalau sampai terjadi perselisihan antara bendera yang sama misalnya underground, apapun genre metalnya mau itu generasi tua Heavy Metal, Death Metal, Metalcore, Black Metal, Grindcore atau generasi baru seperti Screamo sekalipun, tetaplah satu.
[read more..]

Understanding Music Heavy metal

0 komentar
Heavy metal is a genre of rock that developed in the 1970s, with roots in blues rock and psychedelic rock. The flow of the music is characterized by a very strong guitar distortion, long guitar solos, fast beats, instrumentation tools in all good music. Heavy metal lyrics associated with masculinity and virility.

History of metal music

Heavy metal names proposed by the 1960s hard rock band Steppenwolf, in their song Born To Be Wild (in the second line of the second verse). "I like smoke and lightning Heavy metal thunder Racin 'with the wind And the feelin' that I'm under". But the term was not used properly until in 1970, when Black Sabbath released their album debut album entitled "Black Sabbath". From the 1960's or could be called blues rock like Led Zeppelin, AC / DC, Classic metal and around 60'an up or called Classic 70's rock like Black Sabbath, Blue Oyster Cult, Deep Purple, Alice Cooper. Classic game metal. The music is controlled by a more bluesy riffs.
Evolution of music

Here are some types of metal again:
70's

Early 70's Heavy Metal fronted by bands such as Led Zepplin, Black Sabbath, and Deep Purple, Heavy Metal era is still influenced by the strong blues element. Judas Priest develop this genre to eliminate elements of blues and rely more distortion, beat faster, and harmoni.Pada late 70's comes the New Wave of British Heavy Metal oF often abbreviated (NWOBHM), pioneered by Motorhead. NWOBHM combines Punk and Heavy Metal. Other NWOBHM bands are Iron Maiden, Saxon, Venom, Diamond Head, and others.
Early '80s

Early '80s era bands fronted by NWOBAM like Motorhead, Iron Maiden, Venom and Diamond Head. Heavy Metal finally collide dengen this raises Pop music genre called Glam metal, Glam metal broke through the charts on board, this led to heavy metal more quickly spread around the world
Metal Underground: 1980, 1990, and 2000-an

Thrash metal and speed metal

The main article for this section are: thrash metal and speed metal

Thrash metal band called Slayer performing in 2007
Very fast tempo songs carried by the guitarist who plays rhythm guitar downstroke on Thrash metal by bands like Metallica, Megadeth, Slayer and Anthrax were dubbed the Big Four Of Thrash. In San Francisco there Testament and Exodus, New Jersey there Overkill and Sepultura from Brazil. While the faster speed metal played very, very fast and powerful as Motörhead (of late), Iron Angel, Anthrax. While Thrash metal music from Europe was like, Kreator and Destruction, both from Germany.
90s

In the era of 90s heavy metal music started rocked by the emergence of particular kekeuatan Alternative Grunge Rock, Glam Metal bands in the '80s era of declining popularity, publications such as mentitik emphasis on Grunge. Meanwhile, bands like Metallica, Pantera, Tool, White Zombie and Megadeth spearheaded the presence of metal music at that time.
Alternative metal

Alternative metal is one of the most popular metal subgenres in the early 90s. when the popularity of Glam Metal Grunge began to sink due to the emergence in the late 80s. Alternative Metal used to describe bands like Faith No More, Primus, Rage Against The Machine and Jane's Addiction are mengfusikan Alternative Rock and heavy metal, so the roots of this genre is rock.
In addition there were initiated Industrial metal bands such as Ministry, Godflesh, Fear Factory and Marilyn Manson. Industrial metals are also growing rapidly in Germany. bands like Rammstein, Oomph!, Megaherz high enough to gain popularity both in his home country as well as the plains of Europe. Then there's Punk Crossover Thrash Metal or Metal Trash is mixing with the element-element thick of Hardcore Punk. Suicidal Tendecies, Stromtroopers of Death, Corrosion of Conformity and Dirty Rotten Imbeciles are some bands that carry the genre. Then there is Groove Metal, is the evolution of the genre Trash Metal genre that emerged in early 90s was fronted by Pantera, Sepultura, White Zombie, etc..
Nu metal, alternative metal genre that last play was a modern metal tone Industrial. Many of the bands Korn, Slipknot, Limp Bizkit, Deftones until Disturbed.Tahun 90s many emerging bands menggawangi term Nu Metal is like POD, Static X, KoRn, etc. clearly Aggro Rock genre, genre Aggro Rock is the one who Nu Metal is the music which we hear or know about until now, the record label / media rename "Aggro Rock" with the term New Metal or Nu Metal to attract pasar.awalnya Nu Metal label is triggered by a producer named Ross Robinson cooperation korn & limpbizkit.
Recent developments

2000'an Metal era (now) have a considerable difference, in the sense that the metal can fuse with a variety of flow. As is well known pioneers of metal music, metal music lovers treated to a whole range of metal with a harmonic tempo and dynamic. Some of the flow that is Nu Metal, Symphonic Metal, deathcore, Metalcore, Melodic Death Metal Folk Metal, and so on.
Folk Metal

Folk Metal is a fusion of heavy metal with folk music (folk music), the flow is fronted by bands sepertik Korpiklaani, Skyclad, Ensiferum, Fiintroll, Turisas etc..
Although most music Folk Metal more developed in Scandinavia, Folk Metal is also expanding in the Middle East are like Orphaned Land and Melechesh

New Wave of American Heavy Metal

New Wave of American Heavy Metal (or so-called Groove metal) basically relies drumwork and the guitar sound is very thick and distorted, that which gives the effect of groove. This sub-genre began to evolve in the 1990s, with albums begin a "Cowboys From Hell" from Pantera, and "Slaughter in the Vatican" by Exhorder, followed by "Chaos AD" from Sepultura, and "Burn My Eyes" from Machine Head. After that start to grow until now bands groove bearer's potential as A Life Once Lost, DevilDriver, Chimaira, FFDP, Lamb Of God, etc.. . This genre came later in the era of the mid-90s. New Wave of American Heavy Metal influenced by bands such as Machine Head, Pantera and Biohazard.
Groove metal music has a characteristic form of the guitar stem the drop D to C with a very groovy guitar sound, relying drumwork and guitar sound was very thick and distorted.
[read more..]

Understanding Music Hardcore

0 komentar



Hardcore (hard core or hard-core) is a generic term used to describe something that is more extreme than the usual version. Some common uses:
Hardcore punk is a subgenre of punk rock, is sometimes thought to be associated with heavy metal music
Hardcore punk
Source of flow
Punk rock
Source of culture
The late 1970s, the United States, United Kingdom
Musical instruments used
Vocal - Guitar - Bass - Drums
Mainstream popularity
Low to mid Depending on subgenre
Shape derivatives
Alternative rock - Grunge - Post-hardcore
Subgenre
Christian hardcore - D-beat - Emo - Grindcore - Melodic hardcore - Nardcore - Powerviolence - Skate punk - thrashcore - Youth crew
Genre mixture (fusion)
Crossover thrash - Crust Punk - Digital Hardcore - Funkcore - jazz Punk - Horror Punk - Metalcore - rapcore - Skacore - Sludge metal - Thrash metal
Other topics
Hardcore dancing - Straight edge - Street punk - DIY punk ethic - List of hardcore bands - List of hardcore genres
Hardcore punk (sometimes called Hardcore only) is one subgenre of punk rock that originated in North America and the UK at the end of the 1970's. This new sound that is characteristic of his music in general, namely: the guitar sound is thicker, heavier and faster than earlier punk rock. A typical song is usually very short, fast and loud, always sang about politics, free speech, violence, exile themselves from the social, straight edge, and the war on hardcore subculture itself.
Hardcore punk Indonesia

Hardcore music has existed in Indonesia in the late 1980s. With the phenomenon that is causing some of the punker start having hardcore punk scenes. So the hardcore music in Indonesia is very thick with color punk.
Due to the still very least hardcore scene then the scene is divided into two, namely the individuals who prefer to enjoy hardcore music with enough socialization and the people who love to socialize (mingling with the punk community). It was not until about the mid 1990's. In the 90s you could say in hardcore music on Indonesia and its peak in the late 1990s was marked by the start of performances at various locations featuring 100% hardcore band (which had always been mixed with punk band) and then began to mingle with the hardcore music melodicore.

With the growing number of hardcore bands simultaneously is also the emergence of DIY records are channeling creativity bands such as pinball and ffgrecords records. In Indonesia, Jakarta is a city that has a lot of hardcore bands, to another city and are generally hardcore brought individual child develops from Jakarta who went to out of town or working. Tasikmalaya also has some hardcore bands that carry the majority of oldschool hardcore punk as well as in an area known as PASEH Cihideung many bands bearers of hardcore punk.
After the oldschool era, American hardcore, hardcore oldschool to newschool europe then began the hardcore music dominated by thicker metal music such as emo and even Jumbo Jet, until recently (in the 2000s).
[read more..]

Understanding Music Death Metal

0 komentar
Death metal is a sub-genre of heavy metal music that evolved from thrash metal in the early 1980s. Some of his trademark song is the theme of violence or death, low rhythm guitar (downtuned rhythm guitars), rapid percussion, and dynamic intensity. Vocals are usually sung by grunt (death grunt), guttural growl (guttural growl) or growling death (death growl). Singing techniques as is also often called "Cookie Monster vocals".

Some pioneers of this genre is the album Venom Welcome to Hell (1981) and Death to the album Scream Bloody Gore (1987). Death metal then developed further by bands such as Cannibal Corpse, Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, and Grave.

Then 2000'an era, Death Metal is growing very rapidly. Many bands dropout death metal flow into the reformer in metal music. Bands include Inhuman Dissiliency, disavowed, Viraemia, Hiroshima Will Burn, Amon Amarth, Inveracity, The Berzeker, Dying Fetus, Necrophagist, Condemned, and much more.

In Indonesia, this genre-initiated movement and its development in the 1990s with the thrash metal band Rotor in Jakarta. Indonesia Death Metal main movement comes from the initiative by Grindcore band from Malang, Rotten Corpse, who worked for the first time (which is unknown) Death Metal music. Occurrences and games Rotten Corpse Death Metal would be a sign of the birth of a new musical individual, called Death Metal. Some other Death Metal bands pioneer in other areas, such as the Trauma of Jakarta, Insanity and Hallucination from Bandung, Death Vomit from Jogjakarta, Slow Death of Surabaya then developed with bands that are considered as a senior because of their experiences such as: Disinfected, ancur , Plasmoptysis, body of Bandung, Torture Tomb, Funeral Inception of Jakarta, Cranial Incisored Jogjakarta, Semarang Grind Buto. Abysal.Blast Torment of Padang, Total Damage from Bukittinggi, and Hell Corpse of Batam, DeathSounD from Pontianak, Chain 86 Tegal, Cirebon Genocide of the Kraken.

Death Metal music development in Indonesia has developed very well. Among terusulkannya a central forum of lovers Indonesian Death Metal, Death Metal forum called Indonesian, Indonesian called Death Metal or abbreviated IDDM. Then also appeared Indogrind.net, staynocase, and others. Currently, new bands will be voicing Death Metal 'sounds of death' in the metal event. Death Metal bands in Indonesia now include Death Sound, Asphyxiate, Bleeding Corpse, Death Vomit, Siksakubur, body, Internal Darkness, Destruction, Kill Harmonic, Grind Buto, Infected Voice, Brain Ass, Hatestroke, Sickmath, the Kraken and Genocide forth.

Developments Death Metal Indonesia after the creation of IDDM, is an indication and the inauguration of Death Metal communities throughout Indonesia to go on public or show themselves to the public respectively. Like at the moment, a lot of Death Metal Indonesian community groups in their respective areas that have to assert themselves on the Internet. Communities are still part of the Indonesian Death Metal / IDDM. IDDM is one of the web interface as the place to exchange ideas and aspirations to media for advertising / promotion of the album and merchandise. These communities include Malang Force Death Metal, Death Metal Bandung, Bekasi Horde! Death Metal, Jogjakarta Corpse Grinder, Pontianak MetalForce, Magelang Militia Death Metal, Death Metal Surakarta, Ngawi Corpse Grinder, Semarang Death Metal, Death Metal Bali to Samarinda Death Metal and many more communities across Indonesia.

Some death metal subgenre:
Technical death metal - Death Metal that was developed with diatonic tones, an outgrowth of Death Metal music to the more complex. Often associated as a merger between death metal with progressive rock and jazz fusion. For example: Death, Suffocation, Cynic, Necrophagist, Origin, Genocide the Kraken.
Melodic death metal - heavy metal mixed with some death metal elements, such as death growl and blastbeat. For example: At the Gates, Dark Tranquillity, Arch Enemy, In Flames, Progressive death metal - a combination of death metal and progressive metal example: Opeth
     
Brutal death metal - Death Metal Brutal Death Metal is an outgrowth of itself. Brutal Death Metal is one of the developments that managed to generate growth again in the Death Metal genre. Slamming Brutal Death Metal generate-Gore Brutal Death Metal, Groove-Technical Slamming Brutal Death Metal, Slamming goregrind.
    
 Deathcore - a mix of metalcore / groove metal with death metal, a genre Death Metal were more akin to the Post Hardcore music. For example: Job for a Cowboy, The Red Chord, Despised Icon, All Shall Perish, Winds of pleague
Death / Doom - a mix between doom metal and death metal
 Blackened death metal - Blackened Death Metal are the proposals made by the Death Metal bands who want to merge back in elements of Black Metal Death Metal as it did in the First Era of Death Metal, Death Metal where still smell the scent of Black Metal. For example: Behemoth, Marduk, Belphegor, God dethroned.
[read more..]

Understanding Music Deathcore !!

0 komentar
Deathcore is a derivative of the metalcore genre terinfluence by deathmetal genre.
Deathcore Music History

Deathcore is an amalgamation of two genres of music: metalcore and death metal, that is combined here, they memfusionkan between metalcore and deathmetal drum beats, vocal style of death metal growl and scream metalcore style. characteristic features of the deathcore band put forward breakdown. scream and growl vocal techniques simultaneously. Deathcore developed as a derivative of Death Metal with typical lyrics are about death, hell, Satan, and the mystical nuances and some are agnostic as hardcore.
guitar

Deathcore-sometimes clicking on the guitar stem the drop C to A (depending on the appreciation of the music itself). Usually the type of rhythmic chord-chord pentatonic. The melody was characterized, from the mundane to the chromatic arpeggios. And use scale as Mohammedan, Arabian, Minor, Blues and depending appreciation music itself.
drum

Almost all metal, always use double bass drum riser. However, Deathcore has its own characteristics in drum technique is often called blasting. Blasting is stomping snare technique more than the cymbal. Blasting technique itself appears frequently in jazz music and Brutal Death Metal.

Examples of such foreign deathcore band, As blood runs black, Suicide Silence, Chelsea Grin, Whitechapel, etc.. while Indonesian origin, there Byebye Bunny, Crack, revenge the fate, etc..
[read more..]